Upacara Peringatan Hari Pancasila – Dosen Wajib Memberikan Pendidikan Karakter Bagi Mahasiswa

Hari Kesaktian Pancasila

Adanya upaya perongrongan terhadap Ideologi dan Dasar Negara yang terpaketkan di dalam butir-butir Pancasila, UUD ’45, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika yang dilakukan Partai Komunis Indonesia(PKI) pada 30 September 1965 dengan membunuh secara sadis dan keji terhadap beberapa jenderal pada saat itu tiada lain adalah gerakan untuk mengubah ideologi negara yang sah. Namun upaya itu gagal total karena kita memiliki kesamaan persepsi untuk tetap mempertahankan ideologi negara yakni Pancasila dan ketiga pilar lainnya. Pancasila dianggap sakti sehingga tanggal 1 Oktober setiap tahun dirayakan sebagai Hari Kesaktian Pancasila.

Terkait hal tersebut di instansi Pemerintahan dan Sekolah-Sekolah termasuk Perguruan Tinggi menggelar Apel bersama di kantor atau sekolahnya masing-masing.
Di IKIP PGRI Bali, gelar apel bersama dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila diadakan di halaman kampus setempat pada Senin 2/10).
Rektor IKIP PGRI Bali Dr.I Made Suarta,SH,M.Hum, bertindak selaku komandan upacara. Gelar Apel bersama ini dihadiri oleh Ketua YPLP IKIP PGRI Bali Drs. IGB.Arthanegara,SH,M.Pd, para Wakil Rektor dan segenap civitas kampus pusat IKIP PGRI Bali, Jl.Seroja Denpasar.

Usai Apel Bersama, Rektor IKIP PGRI Bali Dr. I Made Suarta, SH,M.Hum, mengatakan,” terkait apel bersama ini yang kami adakan pada hari Senin tanggal 2 Oktober 2017 baru dilaksanakan karena tanggal 1 Oktober bertepatan dengan hari Minggu. Ini kami sudah bersurat ke Kopertis dan membolehkan untuk ditunda pelaksanaannya pada hari ini. Yang terpenting substansi dari ini tetap kita kedepankan,” tegasnya.

Ditambahkan,” inti dari gelar apel bersama ini penekanannya pada pembentukan karakter para mahasiswa, khususnya mahasiswa baru IKIP agar mereka mengetahui apa yang harus dilakukan untuk menghadapi berbagai bentuk gerakan anti Pancasila dan NKRI.
“Sebab bagi kita NKRI dan Pancasila merupakan harga mati. Jadi segenap komponen bangsa memiliki tanggung jawab yang sama untuk mempertahankan ideologi negara kita dari segala bentuk rongrongan dan upaya untuk mengganti ideologi bangsa dan negara kita dengan ideologi lain seperti komunis itu,” ungkapnya. Munculnya isu akan hidupnya kembali PKI di tanah air menurut Suarta,”hendaknya kita melihat seberapa besarnya kah isu seperti itu. Jika memang benar adanya tentu aparat segera mengambil langkah-langkah antisipatif biar tidak berkembang menjadi tidak terkendali,”harapnya.

Untuk itu di IKIP PGRI Bali, salah satu bentuk upaya mempertahankan ideologi Pancasila adalah pembentukan karakter bangsa melalui pendidikan yang diberikan di kampus ini.”Kami menekankan kepada para Dosen agar memberi pendidikan karakter kepada para mahasiswa di luar mata pelajaran yang diajarkan dosen yang bersangkutan. Pemberian pendidikan karakter di luar ekstra kurikuler yang saya sendiri ajarkan mutlak diperlukan terutama kepada mahasiswa baru, smester dua dan tiga ,”tegasnya.

Berikan Komentar