Rektor IKIP PGRI Bali; Keberhasilan Awal Dari Berani Memulai

Suartarktr

Rektor IKIP PGRI Bali, Dr. Made Suarta, SH., M.Hum., membuka Workshop dan Pembekalan tentang dunia usaha untuk 95 orang calon wisudawan ke XXXVIII tahun 2017, di Auditorium Redha Gunawan IKIP PGRI Bali. “Keberhasilan adalah awal dari berani memulai, berhasil atau gagal hal yang biasa, tetapi kalau tidak berani memulai pasti hasilnya nol,” kata Rektor saat memberikan pembekalan untuk calon wisudawan. Sabtu, 18/3/2017.

Ditambah Tekad, kemauan dan fokus, lanjutnya, menjadi kunci dalam meraih kesuksesan. “Sejak tahun 1991saya mempunyai motto, yakni akan ku gapai angan dan cita-cita walau tanpa tangan dan kaki,” lanjutnya.

Selain itu, ungkapnya, di halaman kampus juga dimeriahkan dengan pentas UKM dan Seni mahasiswa IKIP PGRI Bali, yang menjual kaos, makanan khas bali, make-up, kue, olahan singkong puding, seni lukis serta berbagai kegiatan lainnya.

“Teori sudah didapatkan di bangku kuliah tentang kewirausahaan dan sekarang kita peragakan. Kegiatan ini juga dalam rangka penggalian dana untuk pengiriman atlet ke Palembang untuk mengikuti Pekan Olahraga dan Seni Mahasiswa (Porsnasma) PGRI se-Indonesia pada 27 April 2017 mendatang,” ungkapnya seraya menambahkan kegiatan ini untuk menggali potensi mahasiswa.

Rektor menekankan, yang terpenting dalam kegiatan ini adalah menanamkan jiwa kewirausahaan bagi mahasiswa yang sekarang menjadi calon wisudawan untuk berpikir kedepan tidak hanya menjadi seorang PNS akan tetapi mampu menciptakan lapangan pekerjaan.

Sebelumnya, Ketua Panitia yang juga Ketua Pusat Pengembangan Karir (PPK), Putu Meding Edi Gunarta, SH., M.Psi., memberikan motivasi bagi calon wisudawan, yakni seberapa besar pun perusahaan jika bekerja disana maka tetap akan menjadi seorang karyawan. “Mau jadi bos apa karyawan. Seberapa kecil pun usaha yang kita lakukan kalau kita jalankan sendiri maka kita adalah bos,” kata Edi.

Dalam pementasan seni mahasiswa, mempersembahkan tari Busung Mangigel, tari Makotekan, Legong Keraton, fashion show, tari Rejang Renteng, tari Solusah, tari Telek, tari Pancali serta ditutup dengan Bondres.

Berikan Komentar