Rektor IKIP PGRI Bali, Dr. I Made Suarta. SH.M.Hum, “Menerima Penghargaan Dari Kemenristek Dikti.”

Kemenristek Dikti memberikan Sertifikat Sistem Penjamin Mutu Internal (SPMI) kepada Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta pada Hari kebangkitan Teknologi Nasional di Universitas Negeri Makasar, Sulawesi Selatan.

Kemenristek Dikti memberikan Sertifikat Sistem Penjamin Mutu Internal (SPMI) kepada Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta pada Hari kebangkitan Teknologi Nasional di Universitas Negeri Makasar, Sulawesi Selatan.

Salah satu kampus di Bali yang menerima penghargaan itu adalah IKIP PGRI Bali. Rektor IKIP PGRI Bali, Dr. I Made Suarta., SH.,M.Hum, mengatakan, di Provinsi Bali hanya dua kampus yang menerima SPMI.

“Kami merasa sangat bersyukur mendapatkan pengakuan dari Kemenristek terkait pengembangan pendidikan di Kampus IKIP PGRI Bali,” jelas Made Suarta.

SPMI sendiri, kata Made Suarta, mutu pendidikan tinggi yang sesuai antara penyelenggaraan pendidikan tinggi dengan standarisasi Nasional. Standar itu meliputi peningkatan mutu yang dilakukan secara sistemik, berencana dan berkelanjutan.

Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) adalah kegiatan sistemik

penjaminan mutu pendidikan tinggi oleh setiap perguruan tinggi secara
otonom untuk mengendalikan dan meningkatkan penyelenggaraan
pendidikan tinggi.

Saat menerima sertifikat SPMI, IKIP PGRI Bali bersanding dengan Universitas ternama diantaranya Universitas Gajah Mada (UGM) dan Institut Teknologi Bandung (ITB). Rektor Made Suarta mengatakan, selama ini pengelola IKIP PGRI Bali bekerja sesuai standar operasional prosedur Perguruan Tinggi dan tak pernah berpikir tentang penghargaan.

“Ini sangat mengejutkan. Penghargaan ini bagi kami sangat bergengsi,” kata Made Suarta.

Cakupan SPMI juga tak lepas dari pengembangan Tri Darma Perguruan Tinggi di kampus IKIP PGRI yang dilakukan secara konsisten. “Pelaksanaannya konsisten atau tidak, dan semua prodi di IKIP PGRI Bali sudah terakreditasi B,” tambahnya demikian.

Ada 24 standar SPMI yang harus dikeAda 24 standar SPMI yang harus dikembangkan oleh setiap perguruan tinggi. IKIP PGRI sudah mencapai di angka 35 pengembangan. Menurut Made Suarta, pihaknya konsisten memperluas program kegiatan sesuai standar SPMI.

“Kalau dikembangkan bisa sangat luas. Bahkan ada Perguruan tinggi ternama, standarisasinya bisa sampai 100,” ujar Rektor Made Suarta.

Berikan Komentar