Ratna dan David Dua Bakat dalam satu Aksi Panggung

Melalui persaingan yang cukup ketat, akirnya dewan juri menetapkan KOmang David Darmawan dan Dewa Ayu Ratna ulianti sebagai Putra-Putri Kampus IKIP PGRI Bali 2014. Grand Final digelar Sabtu (24/8) di Ruang Auditorium Redha Gunawan di kampus setempat.
Pemilihan Putra Putri Kampus (PPK) IKIP PGRI Bali 2014 diikuti 14 kadidat dari lima fakultas. Masing-masing Fakultas mengirimkan putra putri terbaik merekan untuk “diadu”. Beberapa poin yang menjadi penilaian dewan juri diantaranya , wawasan tentang kampus dan social, preentasi serta kepribadian.
Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Kadek Pande Yulia Sanjaya mengatakan, mereka yang ditetapkan sebagai PPK IKIP PGRI Bali ini nantinya menjaadi corong dalam memperkenalkan IKIP PGRI Bali di khayalak luas dan menjadi duta IKIP dalam pemilihan pemilihan serupa baik di tingkat kota maupun di kabupaten.
Ratna, sapaan karib Dewa Ayu Ratna Yulianti mengaku tak menyangka akan terpilih menjadi Putri Kampus IKIP PGRI Bali 2014. Saingannya begitu ketat dan persiapan diri cukup mepet. Namun, dalam keterbatasan waktu tersebut Ratna mendalami pengetahuannya tentang kampusnya tersebut dan mengasah kembali bakat menarinya.
Gadis remaja kelahiran 4 Juli 1995 ini mengaku sudah suka menari sejak kecil dan sering ikut pentas. Bahkan, guru TK-nya yang melihat potensi Ratna dalam bidang tari ini sampai memanggil orang tua Ratna dan menyarankan untuk mengikutnya les tari. Saat duduk di bangku SD pun, seorang pemilik sanggar tari memintanya untuk ikut les tari di sanggarnya tanpa bayar. Jadilah Ratna bocah belajar menari dan hingga saat ini hobi tersebut masih ditekuninya. Tak jarang pula ia diajak temannya untuk pentas di hotel-hotel.
Mesti mengaku sempat gugup saat tes wawancara, mahasiswi semester tiga Jurusan Ekonomi Fakultas Ilmu Pendidikan Sosial ini mengatakan menyiasatinya dengan berusaha rileks dan percaya diri bahwa ia mampu. Cara berkomunikasinya cukup bagus, maklum saja, karena ia juga kerap menjadi MC dalam acara-acara internal kampus.
Cita-cita anak kedua dari I Dewa Nyoman Oka dan IG Ayu Rai Yeningsih ini pun tak muluk-muluk. Ia berkeinginan menjadi guru multitalenta. Jadi, sebagai guru nanti, ia tak hanya mentok mengajar akademis, namun ia ingin membagi lebih banyak yaitu terkait keterampilannya kini dalam bidang tari dan presenter.
Kisah lain diungkapkan Komang Davidd Darmawan, meski awalnya mengaku ragu ketika ditunjuk mewakili fakultasnya mengikuti ajang ini, namun David berusaha menunjukan kemampuan dirinya yang sudah diberikan kepercayaan. Tak ada persiapan khusus mengikuti pemilihan PPK ini karena semua serba mendadak.
David yang memang memiliki bakat dan kemampuan menari, merias dan menyanyi, kali ini optimis dan percaya diri dengan menunjukan dua bakatnya sekaligus menjadi satu aksi panggung yakni menari sambil menyanyi (mawirama), pasti memberikan warna lain. “Kebetulan saaya penari arja berperan sebagai Liku. Mungkin di mata juri itu yang membuat saya mendapatkan nilai plus’” ujar pria kelahiran 22 Oktober 1993 ini.
Kegiatan lain mahasiswa swmwster tujuh Jurusan Sendratasik (Seni Drama Tari dan Musik) Fakultas Ilmu Pendidikan Bahasa dan Seni adalah menjadi Ketua Seksi Kesenian di tempata tingganya di Banjar Pegok Sesetan. Ia juga mengajar di sanggar Widya Bhakti Br. Pegok. Selain itu, diusianya yang 21 tahun, dengan keterampilan merias. Ia membuka usaha kecil-kecilan jasa meriass wedding, prawedding Bali Modifikasi, juga menyewakan pakaian tari bali dan juga menerima private tari Bali. Salonnya ini ia bernama KDD Collection yang artinya Komang David Darmawan Collection. “Ya lumayanlah, belakangan ini saya sudah bisa bayar kuliah sendiri,”ujarnya.
Putra bungsu dari pasutri I Made Arjana dan Ni Wayan Warsini ini mengisahkan pengalaman berkesannya. Dulu, saat masih mengenyam pendidikan di SMKI (SMKN3) Sukawati, berat badanya 80kg. di sekolah seni ini David memilih jurusan tari. Praktis saja =, dengan postur tubuhnya itu ia tak pernah terpilih mengikuti acara-acara sekolah. Namun, sejak kuliah ia ingin ada perubahan dalam dirinya. Ia yakin, jika memiliki niat yang sungguh sungguh, pasti berhassil. Ia pun berhasil menurunkan berat badannya 20kg. “Senangnya dan benar saja saat ini saya sering terpilih mengikuti acara kampus seperti ikut mengissi acara PKB kemarin, mengikuti Fragmentasi mewakili IKIP PGRI Bali dalam acara Bali Mandara.”tuturnya.

(2014;Tokoh)

5 Komentar

  1. Oktavia Neni

    Selamat kepada David dan Ratna, semoga ke depannya bisa membawa perubahan dan pembaharuan yg lebih baik untuk IKIP PGRI Denpasar.

    Perkenalkan, saya dari kampus Universitas Veteran Bantara Sukoharjo, yang kemarin sempat PKL di IKIP PGRI Denpasar.

Berikan Komentar