Pelepasan Sarjana XXXVIII Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS) IKIP PGRI Bali DI Hotel Nikki Denpasar

Rektor IKIP PGRI Bali, Dr. I Made Suarta, SH., M.Hum, menjelaskan, permintaan dunia usaha entertainment, khususnya untuk seniman tari IKIP PGRI Bali banyak dilakukan oleh usaha jasa pariwisata.

“Selama ini justru dari dunia wisata atau swasta yang banyak membutuhkan dibandingkan pemerintahan. Ini menunjukkan IBT yang kami kembangkan diterima oleh masyarakat,” jelas Made Suarta pada yudicium dan Pelepasan Sarjana XXXVIII Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS) IKIP PGRI Bali, Jumat, 28 Juli 2017.

Hal itu juga dikatakan, Dekan FPBS IKIP PGRI Bali, Dr. I Ketut Yarsama, M.Hum.Dengan potensi besar yang dimiliki mahasiswa FPBS, pihaknya akan terus menjaga mutu pendidikan yakni, unggul berbasis budaya, berkembang berbasis informasi dan berorientasi global.

Penerapan Tridarma Perguruan tinggi dilakukan secara optimal meliputi, pembinaan dosen, pendidikan pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat,” ujarnya.

Dr. Ketut Yarsama, M.Hum., menekankan bahwa pilihan mahasiswa memilih pendidikan guru tidaklah salah. Hal itu bukan tanpa alasan. Ketut Yarsama menambahkan, Pemerintah saat ini telah memperhatikan profesi guru dengan sangat baik.

Undang-undang No. 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen mengamanatkan guru sebagai jabatan profesional. Sementara demikian, pemerintah melaksanakan sertifikasi guru sesuai Permendiknas No. 18 Tahun 2017 tentang sertifikasi guru.

Pihaknya membuat slogan PRIMA di kampus FPBS untuk memberikan motivasi kepada para dosen. PRIMA menjadi penjabaran sebagai berikut, PEKA merupakan sikap empati kepada mahasiswa yang e membutuhkan bantuan. RESPONSIF atau memberikan respon cepat tanggap dan bertanggungjawab.INTENSIF, sungguh-sunguh. MOTIVASI memberikan semangat dan ATENSI adalah perhatian penuh kepada mahasiswa untuk perhatian kepada civitas akademika.

Berikan Komentar