MAJUKAN PERFILMAN BALI

sosialita1

Bahasa yang digunakan adalah campuran Bahasa Indonesia dan bahasa Bali yang kemudian ada terjemahan ke dalam Bahasa Inggris. Diterjemahkan dalam bahasa Inggris ini dikelaskan Komang Gases, untuk memperkenalkan budaya Bali kepada orang asing.

Film “Nyungsang” yang tayang di Denpasar Cineplex Studio 5 sampai 11 April 2018 ini adalah hasil kolaborasi IKIP PGRI Bali dan Gases Bali. Diperkuat dengan naskah yang ditulis oleh I Ketut Sandika, Komang Gases (Sutradara, Produser), Buddi Mahayana (Kameramen), Arik Palawara (Musik).

Di antara pendukung film ini, ada dua nama tenar. Puja Astawa dan Gek Ari. Puja Astawa yang lebih dikenal dengan Pujas merupakan selebgram yang video lucunya banyak di media sosial.

“Terus terang ini film layar lebar pertama saya. Apa yang terjadi, bagian dari kami semua. Saya ambil hikmahnya saja untuk ke depan,” ujar pemeran tokoh Pujas ini. Harapannya ke depan, film Bali jauh lebih bagus dari ini.

Ia juga menuturkan tidak ada masalah dengan casting karena memerankan diri sendiri. Pujas memiliki karakter anak nakal di film horor. Ia menjadi anak modern di masa kini yang tidak tahu banyak tentang Odahnya.

Sementara itu, Gek Ari mengatakan ada kesan seram dan sedih dalam film ini. Ia merasa penasaran dengan sesuatu yang diberikan Odah yang merasuki tubuhnya. “Ada sosok wanita tua yang muncul sekilas saat syuting di rumah tua di Batuan. Mungkin wanita itu memberi tanda bahwa ia memang ada” ujar perempuan bernama lengkap Ni Wayan Ariani ini.

Saat syuting di Sangeh, pemeran di beberapa FTV ini merasa ada sesuatu yang merasuki tubuhnya sehingga ia bisa membawakan peran dengan baik dan seperti mendapat taksu.

“Semoga perfilman Bali lebih maju dan insan perfilman Bali lebih terpacu meningkatan seni perfilman. Banyak potensi yang bisa digarap dari budaya mistis,” tegas Gek Ari. –wah, ten

Berikan Komentar