Lulusan SMA NTT Lanjutkan Studi di IKIP PGRI Bali

Animo lulusan sekolah menengah atas (SMA) asal Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk melanjutkan pendidikannya di Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP PGRI) Bali cukup tinggi.
“Mereka umumnya datang ke Bali untuk memilih jurusan program Pendidikan Sejarah bahkan ada satu kelas seluruh peserta dari anak-anak muda asal NTT,” kata Rektor IKIP PGRI Bali Dr. I Made Suarta, S.H. M.Hum. di denpasar.
Ia mengatakan pada tahun kuliah 2014 lebih dari seratus anak muda lulusan SMA asal NTT yang mengikuti tes penerimaan mahasiswa baru IKIP PGRI Bali. Mengapa anak muda asal NTT Kuliah di Bali, karena di daerahnya banyak memerlukan guru dan siap diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Oleh karena itu sejak tiga tahun terakhir banyak generasi muda di sana kuliah di Bali.
“Kami memberikan Sarana dan Prasarana yag lengkap, dan mereka nantinya ssudah ssiap kerja seteelah kembali kedaerahnya,” tutur Rektor Suarta bersama Ketua Yayasan IKIP PGRI Bali Drs. I Gusti Bagus Arthanegara, S.H., M.Pd.
Banyak anak-anak muda asal daerah itu, maka segenap sivitas akademika IKIP PGRI Bali melayangkan surat kepada Gubernur NTT sebagai ucappan terima kasih kepada pemeerintah ssetempat yang memberikan kepercayaan kepada IKIP PGRI Bali dalam menggembleng anak-anak muda setempat.
Ketua Panitia Penerimaan mahasiswa Baru (PKKMB) IKIP PGRI Bali, Drs. Pande Wayan Bawa, M.Si. membenarkan bahwa lebih dari seratus anak-anak muda assal NTT melanjutkan kuliah di bali dan mereka tersebar di sepuluh program sstudi yang ada.
IKIP PGRI Bali memiliki dan membina sepuluh Program Pendidikan yang ada yakni Pendidikan Bimbingan Konseling, Bahasa Indonesia, bahasa Daerah, Seni Rupa, Sendratasik dan Ekonomi. Diamping ini juga pada pendidikan Sejarah, Biologi, Matematika serta Pendidikan Olahraga Kesehatan dan Rekreasi (FPOK) yang menjadi favorite di lingkungan IKIP PGRI Bali, karena mahasiswanya menjadi atlet berkaliber nasional dan internasional.
Lulusan SMA NTT memilih mata kuliah yang ada di IKIP Bali, namun yang terbanyak adalah meengikuti Prodi Sejarah, kata Pande Wayan Bawa sambil menunjukan calon mahasiswa yang ada sebanyak 782 orang.

(Pos Bali ; 2014)

Berikan Komentar