Profile LPA

 

 Ketua LPA

Ketua LPA IKIP PGRI Bali

Dr. I Wayan Widana, S.Pd., M.Pd.

 

Selamat berjumpa,

 

Lembaga Pengembangan Akademik (LPA) IKIP PGRI Bali bertugas untuk mengkaji, menyempurnakan, dan mengembangkan kurikulum di lingkungan IKIP PGRI Bali serta menjalin kerja sama (MoU) dengan pengguna lulusan. Pengguna lulusan diharapkan berkontribusi positif memberi masukan dan saran dalam rangka penyempurnaan konten/muatan kurikulum sehingga profile lulusan dapat memenuhi kualifikasi kebutuhan konsumen (masyarakat pengguna lulusan).

 

Dinamika perubahan di masyarakat sangat dinamis. LPA IKIP PGRI Bali berupaya untuk menyikapi dinamika perubahan tersebut, agar secara akademik mutu lulusan memiliki daya saing tinggi dan dapat mengikuti arus perubahan yang sangat sulit dihindari. Perubahan tersebut menuntut kemampuan 4C yaitu berpikir kritis (Critical thinking), kreativitas (Creativity), berkomunikasi (Communication), dan kerja sama dalam tim (Collaboration). Oleh karena itu, pengelolaan pembelajaran dan penilaian di kampus hendaknya berorientasi pada output lulusan yang memiliki kemampuan 4C.

 

Di sisi lain, LPA IKIP PGRI Bali juga merasa terpanggil untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui peningkatan kompetensi guru. Masih banyak guru di sekolah menengah kesulitan mengelola pembelajaran di kelas menggunakan pendekatan saintifik (scientific approach), karena kebiasaan lama menyajikan materi pelajaran menggunakan metode ceramah yang saat ini sudah tidak relevan lagi. Kemampuan publikasi ilmiah guru masih rendah, yang mengakibatkan sebagian besar guru kesulitan untuk naik pangkat. Demikian pula di bidang penilaian, kebanyakan guru masih dominan menyusun instrumen penilaian yang hanya mengukur kemampuan mengingat dan memahami (lower order thinking skills) yang saat ini juga tidak relevan lagi untuk membekali siswa dengan kemampuan 4C.  Guru dituntut kreatif dan inovatif mengembangkan instrumen penilaian yang berbasis masalah kontekstual serta mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi (higher order tinking skills). Semua pihak diharapkan dapat membangun sinergi positif untuk menciptakan SDM bangsa yang unggul, kompetitif, dan memiliki daya saing tinggi baik di tingkat regional dan internasional.

 

Best Regards,

 

Dr. I Wayan Widana, S.Pd., M.Pd.