IKIP PGRI Bali – TOT Diterapkan di Masyarakat

Tantangan kemajuan diuji lewat kurikulum 2013 dunia pendidikan kini kembali yang mengacu pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Karena kurikulum 2013 ini lebih mendorong para siswa agar lebih maju dan berkembang.
Mengenal Trening Of Trener (TOT) di IKIP PGRI Bali, sebenarnya bukan program studi (prodi), melainkan latihan untuk melatih calon pelatih. TOT ini nantinya lebih kepada pembinaan bagi siapa saja yang memiliki masalah, dan TOT ini hampir sama dengan pendidikan Bimbingan Konseling (BK) atau Konselor (Kons). Hal ini dikatakan Ketua Yayasan IKIP PGRI Bali Drs. I Gusti Bagus Arthanegara, SH., MH., M.Pd.
Dikatakan mengapa TOT hampir sama penerapannya dengan BK atau Kons, karena TOT ini lebih mengarah kepada penerapan mental atau fisiologi seseorang. “Contohnya bagi mahasiswa atau orang tua siswa yang lagi memiliki masalah yang begitu sulit, peran BK, Kons atau TOT ini yang nantinya berperan yaitu lebih kepada melakukan pembinaan dan pendidikan khusus untuk bisa menyelesaikan permasalahan yang dihadapi’” terangnya.
Untuk bisa mengikuti program TOT, tegas Arthanegara, dosen tentu terlebih dahulu akan dituntut memiliki latar belakang BK atau Kons. “Dosen IKIP PGRI Bali yang memiliki latar belakang Bk atau Kons ini nantinya yang akan mengikuti program TOT belajar stehun, dan belajarnya ke Malang, Padang atau Sumatra,” jelasnya. Ditambahkan, setelah para dosen itu menerima pelatihan TOT selama setahun, maka nantinya mereka bisa menerapkan hasil TOT ini kepada mahasiswa, orangtua atau masyarakat yang memiliki masalah yang sulit menemukan jalan keluar lewat pembinaan dan pendidikan khusus.

(Renon ; 2014)

Berikan Komentar