IKIP PGRI Bali Miliki Prodi BK- Pelayanan BK, Bisa Formal dan Nonformal

IKIP PGRI Bali memiliki Program Studi (Prodi) Bimbingan dan Konseling (BK) serta program pendidikan Profesi Konselor. Konselor adalah tenaga pendidik professional yang telah menyelesaikan pendidikan akademi S1. Pelayaan BK juga bisa disesuaikan pada jalur pendidikan formal dan nonformal.
Hal tersebut dikatakan Drs. IGB Arthanegara, SH., MH., M.Pd. dikatakan, profesi BK atau Konselor dalam satuan pendidikan pada jalur pendidikan formal dan nonformal haruslah S1 BK.
“Sedangkan Kompetensi Konselor sesuai rumusan standar Kompetensi yang telah dikembangkan dan dirumuskan atas dasar kerangka pikiran dan konteks tugas yang tertuang dalam pikiran dan konteks tugas yang tertuang dalam PP 19/2005, maka rumusan kompetensi akademik dapat dipetakan dan dirumuskan ke dalam kompetensi pedagogi, keperibadian, social dan proesional,”jelasnya.
Bisa Menguasai
Arthanegara merinci, yang dimaksud dengan kompetensi pedagogi adalah bisa menguasai dan praktis pendidikan, mengaplikasikan perkembangan fisikologi dan psikologis serta prilaku konseli dan menguasai esensi Pelayanan BK dalam jalur, jenis dan jenjang satuan pendidikan. “Untuk kompetensi kepribadian harus bisa menampilkan rasa kepercayaan diri, saling menghargai antarsesama, bisa menunjukan intregritas dan stabilitas,”terangnya.
Menurut Arthanegara, yang terpenting adalah kompetensi sosial dan professional. “kompetensi sosial adalah bisa mengimplementasikan kolaborasi intern di tempat bekerja, bisa berperan aktif dalam kegiatan organisassi dan kegiatan profesi BK, dan mampu mengimplementasikan kaloboral antarprofesi,”jelasnya.
Ditambahkan, untuk kompetensi professional, Arthanegara mengatakan bahwa kompetensi professional ini harus benar-benar bisa dipahai melalui penguasaan konsep dan praksis asesmen untuk bisa mengertikan keadaan kondisi, kebutuhan dan massalah konseli. “Yang terpenting mampu menguasai kerangka teorentik dan praksis BK, serta bisa merancang dan mengimplementasikan program BK yang komprehensif, “pungkasnya.

(Renon ; 2014)

Berikan Komentar