IKIP PGRI Bali Gandeng Afla Rekrut Alumni

IKIP PGRI Bali mengandeng Alfa group yang berkantor cabang di Bali untuk merekrut Alumni IKIP PGRI Bali agar dapat memimpin Alfa ke depan, karena Alfa membutuhkan tenaga-tenaga lokal. Kegiatan perekrutan yang juga dihadiri dosen dan mahasiswa seluruh jurusanIKIP PGRI Bali itu mengusung topic, “Rekrutmen Tenaga Kerja Stors Leader Development Program”. Kegiatan ini dilangsungkan diruang Paseban IKIP PGRI Bali.
Brance Manager Regional Bali, Lombok, Makasar, Sidoarjo, Jember, Malang, dan Manado, Endang Widoretno menjelaskan, perekrutan alumni IKIP PGRI Bali untuk kebutuhan Alfa di Bali, dan kerjasama dengan IKIP PGRI Bali untuk jangka panjang. Bila terdapat lulusan dari perguruan tinggilainnya yang ingin direkrut maka dapat direkrut Alfa di IKIP PGRI Bali. Selasa, kemarin, sejumlah lulusan IKIP PGRI Bali langsung mengikuti tes psiko tes.
Menurut Widoretno, Alfa menerapkan system pemetaan carier development, sehingga secara berjenjang karir akan meningkat bahkan hingga ke level kepala cabang, karena di Alfa banyak struktur sehingga karir dipastikan akan melonjak, dan sebagai kepala cabang bisa ditempatkan sesuai regional.
Lulusan Sarjana bukan sebagai pelayanan di Alfa, tetapi sebagai pengelola, ucapnya. Selain itu alfa bergerak di bidang retail (eceran red), sehingga seluruh Alfa di Indonesia menggunakan system penjuaalan secara eceran dan buian grisir.
Bahkan kata Widoretno Alfa juga peduliterhadap toko-toko di sekitar Alfa, dan diajak untuk menjadi member. Afla akan membantu pada toko eceran tersebut melalui pembenahan manajemen, sehingga Alfa juga ikut meningkatkan pedagang eceran. Kepada lulusan dan mahasiswa, Widoretno juga maemberikan penjelasan tentang sejarah berdirinya Alfa di Indonesia, dan Alfa didirikan di Djoko Susanto di Jakarta. Alfa telah hadir di seluruh wilayah di Indonesia, dan di Bali mulai tahun 2009, dan sudah tersebar di seluruh kota dan kabupaten.
Sementara itu Rektor IKIP PGRI Bali, Dr. I Made Suarta, SH., M.Hum. mengakui, IKIP PGRI Bali bukan hanya mencetak tenaga guru. Tetapi terdapat alternative lainnya yang bisa dimanfaatkan lulusan untuk berkarir selain sebagai guru. Di katakana demikian, karena selain ijazah yang diperoleh, lulusan juga memiliki sertifikat penunjang, dan sertifikat itu dapat digunakan untuk bekerja.
Terlebih pada titik nol, atau pada masa tunggu sebelum menjadi guru, sertifikat itu bisa digunakan untuk bekerja kendati sebagai tenaga kontrak dan lebih baik lagi menjadi tenaga tetap. Lulusan tidak boleh hanya memiliki satu kran saja, tetapi juga memiliki kran lainnyaagar memperoleh pekerjaan. Lulusan IKIP PGRI Bali juga terdapat yang bekerja di Bank, serta institusi lainnya selainguru, dan karirnya tahap demi tahap meningkat.
Untuk itu lulusan jangan selalu berharap untuk menjadi pegawai negeri, apalagi menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dipenghujung 2015, tenaga kerja akan semakin berkompetitif, karena tenaga kerja Asean akan bekerja di Indonesia. Oleh karena itu lulusan harus sejak lebih awal pandai membaca peluang kerja dan kalau perlu berwirausaha.

(Fajar Bali; 2014)

Berikan Komentar