IKIP PGRI Bali ‘Diserbu’ Calon Maba- FPOK Selalu Paling Favorit

Dalam kurun waktu tiga hari setelah Kuningan, calon mahassiswa baru (maba) yang akan melanjutkan studi ke IKIP PGRI Bali membeludak. Penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2014/2015 di IKIP PGRI Bali, Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) paling favorit.
Ketua YPLP PT IKIP PGRI Bali, Drs. IGB Arthanegara, S.H., M.H., M.Pd. di dampingi rektor IKIP PGRI Bali, Dr. I Made Suarta, S.H., M.Hum di IKIP PGRI Bali menjelaskan, peminat akan terus merapat ke meja panitia pendaftaran hingga pada gelombang II. Saat ini penerimaan mahasiswa baru untuk gelombang I dan II. Arthanegara optimis jumlah peminat akan sama dengan tahun lalu. Pasalnya, di dukung beasiswa baik yang dikucurkan Direktorat Pendidikan Tinggi (DIKTI), Pemda dan IKIP PGRI Bali.
Untuk mengeksiskan proses pembelajaran, menurut rencana dalam waktu relatif dekat institut ini akan menambah infrastruktur beberapa gedung baru 3 lantai. Bila edung baru ini sudah di bangun, mahasiswa Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) serta mahasiswa Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS) akan kembali kuliah di kampus Noja. Saat ini proses belajar megajar FPMIPA dan FPBS di Jalan Akasia.
Favoritnya FPOK, karena IKIP PGRI Bali sebagai gudang atlet, dan kebutuhan guru olahraga juga terus meningkat baik di Bali, dan Nusa Tenggara, melalui FPOK IKIP PGRI Bali telah menunjukkan prestasi baik naasional maupun internasional.
Aerthanegara mengemukakkan, IKIP PGRI satu-satunya yang mampu mencegah terjadinya eksodus atlet IKIP PGRI Bali ke daerah-daerah lain di luar Bali. Terlebih menjelang PON mendatang. Oleh karena itu, atlet-atlet IKIP PGRI Bali sudah dicegah lebih dini agar tidak terjadi eksodus ke luar Bali untuk PON.
IKIP PGRI Bali merupakan milik masyarakat Bali, sehingga harus mempertahankan nama Bali pada PON mendatang. Nama Bali dan Indonesia telah beberapa kali diharumkan IKIP PGRI Bali. Sebagai contoh khusus level internasional, di antaranya atlet atletik Maria Londa berhasil menyabet prestasi 2 mendali emas dan sekaligus sebagai pemecah rekor pada South Est Asia (SEA) games di Myanmar baru-baru ini dan sejarah mencatatnya.
“kurang atlet IKIP PGRI Bali telah mengharumkan merah putih, maka atletik Maria Londa tidak bisa eksoduske luar Bali, ujar Arthanegara.
Sementara itu Rektor IKIP PGRII Bali, I Made Suarta menguraikan, meningkatnyamasyarakat untuk melanjutkan studi ke IKIP PGRI Bali mengutamakan pelayanan kepada mahasiswa dan untuk memenuhi pelayanan itu, IKIP PGRI Bali akan terus melakukan inovasi sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Inovasi yang telah dilakukan sebelumnya di antaranya, bedah rumah dan sekolah, membangun Unit Kegiatan mahasiswa (UKM), serta kerjasama dengan perguruan tinggi di luar Bali, karena IKIP PGRI Bali juga sebagai bagian dari agen pembaharuan.
Selain memiliki FPOK FPMIPA dan FPBS, IKIP PGRI Bali juga memiliki Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Faultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS), Suarta mengakui, program jangka pendek 2014 yang akan dilaksanakan Juli bulan depan, sosialisasi pemilihan rektor dan wisuda Agustus datang.

(Fajar Bali ; 2014)

Berikan Komentar