FIP IKIP PGRI Bali – Lulusannya Siap Memberikan Layanan Konseling Profesional

FIP IKIP PGRI Bali – Lulusannya Siap Memberikan Layanan Konseling Profesional
Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) IKIP PGRI Bali akan terus dikejar masyarakat karena mutunya. Hampir semua lulusannya sudah terserap di lapangan kerja khususnya di sekolah. Hal ini mengingat fakultas yang terdiri dari satu program studi yakni prodi Bimbingan dan Konseling (BK) ini telah diakui pemerintah melalui BAN PT dengan akreditasi B.
Nah, ini peluang bagi kamu lulusan SMA/SMK tahun ini yang ingin menjadi guru BK. Di sini kamu lebih banyak diajak belajar psikologi pendidikan, psikologi anak dan kepribadiannya. Juga belajar perilaku dan membantu memecahkan masalah siswa serta melakukan konseling secara profesional.
Dekan Fak. Ilmu Pendidikan (FIP) IKIP PGRI Bali , Dr. A.A. Ngurah Adhiputra, M.Pd. mengatakan bahwa di FIP IKIP PGRI Bali ini tidak hanya mengutamakan mutu secara kuantitas semata, tetapi juga lebih mengutamakan mutu secara kualitas. Apalagi tamatan BK sekarang ini ia katakana tidak hanya di cetak untuk menjadi guru BK di sekolah saja, tetapi juga menjadi tenaga konselor di luar setting sekolah, yaitu di masyarakat. “Jadi FIP ini menciptakan layanan yang diperlukan pemerintah, bukan hanya mencetak tenaga BK di sekolah saja, Contohnya, layanan konseling HIV/AIDS, narkoba, dan masalah keluarga”, ujarnya.
Menariknya, A.A. Ngurah Adhi Putra melihat meskipun pemerintah sudah melakukan gerakan yang optimal terhadap pencegahan HIV/AIDS ini, yang terjadi justru penderita HIV/AIDS tetap saja meningkat setiap tahunnya. Iakatakan, satu hal yang belum disentuh pemerintah adalah diberikannya layanan konseling profesional kepada penderita HIV positif. Makanya FIP IKIP PGRI Bali program studi BK ini, siap bersinegri dengan komisi penanggulagan AIDS kota maupun provinsi untuk memerangi bersama HIV/AIDS itu. “Jadi mahasiswa kami adalah sebagai konselor-konselor yang siap memberikan layanan konseling,”tegasnya.
A.A Ngurah Adhiputra yang juga dosen berprestassi III di Kopertis VIII tahun 2012 ini menegakan bahwa keunggulan FIP IKIP PGRI Bali dalam bidang konseling sudah diakui oleh PTN dan PTS di Bali. Apalagi disertai dengan adanya fasilitas yang memadai bagi mahasiswanya terutama dalam hal praktek. Di FIP ini sudah tersedia lab Bimbingan Konseling dan juga Unit Pelayanan Teknis (UPT) Bimbingan Konseling.
Bahkan SDM dosennya di bidang konseling sudah terbukti. Dari segi prestasi, mahasiswa selalu sukses meraih juara I dalam lomba-lomba baik tingkat regional maupun tingkat nasional seperti lomba Generasi Berencana (GenRe), lomba konseling, serta lomba karya tulis. Itu semua, ia katakana berkat dari tenaga dosennya yang sebagian besar linier dan juga lab-nya yang lengkap. Apalagi dosen-dosen juga rutin memenangkan hibah penelitian, dan setiap tahunnya terus meningkat.
Dalam hal praktik di luar sekolah, FIP IKIP PGRI Bali juga rutin menggelar pengabdian masyarakat. Kerjasama yang dilakukan seperti di LP Karangasem dengan memberikan praktek konseling kepada remaja yang kena pidana criminal, juga di Panti Asuhan SOS Tabanan, Ke depan akan dilakukan kerjasama ke Pulau Serangan sebagai desa binaan, agar pulau itu menjadi zona zero HIV/AIDS.
Lebih lanjut, Dekan peraih Haki (hak cipta) yang juga aktif menulis berbagai buku popular tentang koseling ini mengngakapkan dengan semakin lengkapnya pelayanan yang dilakukan FIP IKIP PGRI Bali, dikatakkannya, bukan hanya memenuhi keperluan masyarakat, melainkan juga menciptakan kebutuhan masyarakat akan layanan BK. “Untuk lulusannya selain menjadi Guru BK, mereka siap memberikan layanan konseling profesional di masyarakat. Apalagi IKIP PGRI Bali akan segera membuka pendidikan profesi Konselor. Lulusan S-1 BK bisa membuka praktik konseor di masyarakat. Dengan demikian, bagi masyarakat yang tertimpa massalah pribadi, keluarga, karir, narkoba, terinfeksi HIV/AIDS, dll, dapat meminta layanan konseling profesional ke tempat praktik-praktik konselor,”jelasnya.

8 Komentar

  1. Kalo misalnya sudah s1 bk.. lalu ingin melanjutkn profsi konselor..tapi tidak membuka praktek dn hanya mengajar di sekolah saja. Apakah itu boleh?

Berikan Komentar