Baksos IKIP PGRI Bali – Beri Bantuan Bedah Rumah

Bakti sosial (baksos) IKIP PGRI Bali 2014 yang dibuka di Wantilan Pura Goa Lawah, Klungkung. Di masing-masing desa tempat mahasiswa melakukan baksos.
Baksos yang melibatkan 849 mahasiswa yang di damping beberapa dosen, yang diperkirakan total peserta 1000 orang tersebut menyasar lima desa di Kecamatan Dawwan dengan berbagai program kegiatan. Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) diikuti 76 mahasiswa mengambil lokasi baksos di Desa Gunaksa, dengan kegiatan kebersihan dan penghijauan, ceramah konseling HIV/AIDS untuk SMA dan praktik Konseling.
Fakultas Ilmu Pendidikan Sosial dengan 94 mahasiswa menyasar Desa Sulang, dengan program ceramah tentang perkoperasian, ceramah PTK, kebersihan dan penghijauan. Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) dengan 212 mahasiswa memasuki Desa Besan dengan program kerjabakti pembuatan got, kebersihan lingkungan, penghijauan, ceramah kurikulum tahun 2013, identifikassi gula semut, observasi tingkat pendidikan dan kesehatan.
Fakultas Pendidikan Bahsa dan Seni (FPBS) kekurangan 262 mahasiswa menyasar Desa Kusamba. Program yang diperlukan, pembinaan ST berupa persantian , tari saakral (rejang daan baris gede), tabuh/bleganjur, penataan taman, kebersihan lingkungan dan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), konservasi lotar, pelatihan pembuatan sanggul bali untuk ibu PKK(maksimal 25 orang), nyengker setra, menimbun git, olahraga senam, taman girang ceramah PTK. Sementara, Fakultas Pendidikan Olahraga (FPOK) yang berkekuatan 205 mahasiswa baksos di Dawan Kaler, dengan program kerja bakti dan kebersihan lingkungan di empat banjar, penataran wasit untuk guru olahraga SD,SMP,SMA di Kecamatan Dawan, pertandingan persahabatan sepak boal, dan menyumabng I buah meja tenis.
Ketua panitia baksos yang juga ketua LP2M IKIP PGRI Bali, Dr. I Wayan Citrawan, M.Pd. mengatakan penelitian di perguruan tinggi diarahkan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan daya saing bangsa. Pengabdian kepada massyarakat ini merupakan kegiatan civitas akademika dalam mengamalkan dan membudidayakan ilmu dan teknlogi untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Karena itu, dosen dan mahasiswa IKIP PGRI Bali ingin memberikan kesempatan kepada para dosen dan mahasiswa untuk mengenal dan melaksanakan Tri Dharma PT khususnya pengabdian masyarakat,”ujarnya.
Baksos yangbrlangsung tiga hari yang diawali dengan persembahyangan di Pura Goa Lawah tersebut. Dirangkaikan dengan penghijauan 2.500 pohon (albesia, jati Belanda, cempaka, sandat), pengobatan mata dan kacamata gratis untuk 150 warga oleh 6 tim dokter dari RS sanglah bertempat di aula Kantor Camat Dawan, dan bantuan bedah rumah kepada tiga masyarakat kurang mampu atass nama Ketut Darna dari banjar Kanginan-Desa Besan Kecamatan Dawan, serta dua warga asal banjar Karangsari Desa Suana Kecamatan Nusa Penida, atas nama Ketut Warsa dan Ketut Darsana. Masing- masing bantuan bedah rumah tersebut seniali Rp.25 juta tanpa potongan apapun. Ini diperkuat sengan SK bantuan bedah rumah yang diserahkanlangsung Rektor IKIP PGRI Bali, Dr. I Made Suarta, Sh., M.Hum. kepada Bupati klungkung Nyoman Suwirta.
Bupati mengatakan program bedah ruamh daan program-program lain Baksos IKIP PGRI Bali ini sinergi dengan program Pemkab Klungkung dan memang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Nyoman Suwitra yang bangga menjadi alumni IKIP PGRI Bali ini mengisahkan perjalanan karirnya dari nol hingga menjadi orang nomor satu di bumi serombotan ini. “Strategi belajar mengajar yang saya dapatkan waktu kuliah dulu sangat bermanfaat. Itu saya saya terapkan dalam membina koperasi dari kecil hingga menjadi koperasi terbesar di Bali, juga dalam kepemimpinan saya sekarang, ungkapnya.
Mantan Top Manajer Kopas Srinadi asal Nusa Ceningan Klungkung ini mengatakan banyak orang yang bekerja tak sesuai dengan disiplin ilmu. Jika belum bekerja, ia mengingatkan untuk tetap belajar. Tidak hanya terpatok menjadi guru, karena ilmu sesungguhnya untuk mengasah kemampuan sehingga otak menjadi tajam dan peka terhadap situasi sekeliling kita. “Menjadi apapun kita, pasti akhirnya berinteraksi dengan masyarakat. Karena itu, pintar-pintarlah menyentuh hati masyarakat.”ujarnya.
Rector Made Suarta di damping Ketua YPLP IKIP PGRI Bali Drs. IGB Arthanegara, S.H., M.H., M.Pd. menegaskan baksos ini merupakan pengabdian kepada masyarakat melalui metode ilmiah yang di aplikasikan langsung kepada masyarakat. Pendekatannya dengan asas kelembagaan, kebersamaan, edukatif dan berkesinambungan. Karena itu, ia mengimbau kepada mahasiswa peserta baksos bahwa kedatangan mereka ke lokasi baksos untuk membantu menyelesaikan masalah-masalah yang ada di desa, bukan sebaliknya. Melakukan interaksi dengan masyarakat dengan menunjukan karakter calon guru yang patut digugu dan ditiru. “Yang paling penting, lakukan apa yang bisa Anda lakukan. Tuhan akan melakukan apa yang tidak bisa Anda lakukan. Bertindak aka nada resiko, tetapi lebih beresiko jika tidak bertindak.

(2014; Tokoh)

Berikan Komentar